Pada tahun 1983 dibangunlah gereja baru di bawah penggembalaan Romo Stephanus Suhartono, Pr dan Romo Petrus Supriyanto, Pr serta mendapat dukungan Bupati Sukoharjo pada saat itu Bapak Gatot Amrih, SH. Sehingga pada tanggal 25 Desember 1983 diberkatilah gereja yang baru oleh Bapak Uskup Mgr. Yulius Darmaatmadja, SJ, Uskup Keuskupan Agung Semarang.
Dengan telah diberkatinya gereja yang baru umat merasa lega punya fasilitas gereja yang besar. Hal ini juga mendukung semangat menggereja. Perayaan Ekaristi yang biasanya 2 minggu sekali, setelah ada gereja yang baru setiap hari Minggu ada Perayaan Ekaristi. Pada kondisi demikian mendorong dewan stasi untuk merintis kemandirian, sehingga pada periode tahun 1984-2000 berstatus stasi mandiri maksudnya telah membuat program kerja sendiri pada setiap tahun yang mengacu pada kepengurusan Dewan Paroki. Pada setiap peristiwa penting seperti hari pelindung atau kehadiran Bapak Uskup Agung Semarang, dorongan ingin menjadi paroki semakin tumbuh.
Atas kemurahan Tuhan melalui Bapa Uskup Agung Semarang Mgr. Ignatius Suharyo, Pr maka pada tanggal 30 Januari 2000 diresmikanlah Stasi Hati Kudus Yesus Sukoharjo menjadi Paroki. Hal ini merupakan keistimewaan, karena salah satu syarat pada saat itu adalah jumlah umat setidaknya 3000 jiwa, padahal stasi Sukoharjo baru berjumlah 1324 jiwa (saat diresmikan). Mengapa hal ini terjadi, tentu ada beberapa pertimbangan, antara lain:
1. Jumlah umat yang telah mencapai 1.324 jiwa dan masih dimungkinkan perkembangannya.
2. Gereja terletak di Pusat Pemerintahan Kabipaten Sukoharjo sehingga memudahkan komunikasi antara Gereja dan Pemerintah,
3. Administrasi Gereja yang sejak tahun 1998 sudah terpisah dari Paroki San Inigo Dirjodipuran.
4. Keuangan Gereja secara sederhana dapat mencukupi kebutuhan Paroki secara mandiri.
Awal berdirinya Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo yang menjadi Pastor Paroki pertama adalah Romo Antonius Suparyono, Pr. Beliau membenahi dan menata umat Paroki sampai tanggal 1 Agustus 2001 ketika beliau harus pindah ke Paroki Ganjuran dan kemudian digantikan oleh Romo Yanuarius Bambang Triantoro, Pr.
Romo Bambang melanjutkan pembenahan Paroki baik fisik maupun tata penggembalaan umat dan bersama-sama dengan umat meletakkan Visi Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo sebagai berikut: Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo merupakan bagian umat Allah dari Keuskupan Agung Semarang, bercita-cita dengan bimbingan Roh Kudus semakin setia mengikuti Yesus Kristus yang memaklumkan Kerajaan Allah dan mengupayakan terwujudnya iman yang dewasa, mandiri, mendalam dan memasyarakat.
Pada tanggal 1 Agustus 2004 Romo Bambang pindah ke Paroki Salam dan digantikan oleh Romo Yustinus Agus Purwadi, Pr. dari Paroki Ambarawa. Kebijakan yang diambil oleh Romo Agus adalah mendewasakan umat untuk berbuat sesuatu yang baik dan bertanggungjawab.
Pada tanggal 15 Juli 2007 Romo Agus pindah ke Paroki Maria Assumpta Klaten dan digantikan oleh Romo Yakobus Winarto, Pr. dari Paroki Maria Assumpta Gamping Sleman Yogyakarta .