Trending:
Warta Paroki 15-16 Agustus 2026 Makna Logo paroki SURAT GEMBALA USKUP AGUNG SEMARANG MERAYAKAN HUT KE-81 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA Aksi Solidaritas Bencana Simbol Dalam Liturgi Gereja Katolik Discerment
Jumat, 21 Agustus 2026
Logo
Gereja Hati Kudus Yesus Sukoharjo Portal Informasi Umat
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Pastor Paroki
  • Berita
    • Berita Paroki
    • Berita Kevikepan
    • Berita Keuskupan
  • Pengumuman
  • Jadwal Misa
  • Rohani
    • Renungan
    • Katekese
  • Lainnya
    • Formulir
    • Kontak
    • Peta Paroki
Banner

Katekese

Beranda / Katekese / Simbol Dalam Liturgi Gereja Katolik

Simbol Dalam Liturgi Gereja Katolik

Rabu, 12 Agustus 2026
liturgi katekese simbol
Simbol Dalam Liturgi Gereja Katolik

Simbol liturgi: simbol yang melaksanakan dan bahkan menghadirkan secara efektif apa yang disimbolkan, mampu menciptakan hubungan antara perasaan dan bentuk yang membawa manusia kepada dimensi pengalaman estetis dan membukakan realitas tertinggi kepada dimensi makna instrinsikya. Dengan kata lain simbol adalah tanda indrawi, barang atau tindakan, yang menyatakan realita lain di luar dirinya. Oleh karena itu, simbol menjadi jembatan masa lalu dan masa sekarang atau sebaliknya. 


Aneka simbol
Tubuh manusia
Manusia dapat dikatakan sebagai simbol liturgis. Hal ini dikarenakan manusia dapat mengungkapkan dan melaksanakan dirinya dalam bentuk simbol. Caranya dapat berupa kegiatan indrawi maupun melalui gerakan dan bahasa tubuh. Kegiatan indrawi yang dimaksud misalkan mendengarkan, melihat, menyentuh, merasakan dan mencium. Gerakan dan bahasa badan seperti berdiri, berlutut, penumpangan tangan, pembasuhan tangan
-    Penumpangan tangan mempunyai makna pencurahan Roh Kudus. Biasanya dilakukan pada penahbisan pendeta atau imam.
-    Bersalaman, mengungkapkan wujud dari Kasih dan Persaudaraan. Bersalaman dilakukan oleh umat ketika kita saling memberikan Salam Damai.
-    Berlutut, merupakan salah satu sikap doa yang mengungkapkan kerendahan hati seseorang yang ingin memohon kepada Tuhan atau bersembah sujud kepada-Nya
-    Membungkukan badan merupakan tanda penghormatan yang lebih besar
-    Tiarap atau menelungkup merupakan ungkapan tidak pantas, merasa berdosa dihadapan Allah
-    Memerciki sebagai tanda penyucian dan peringatan akan pembatisan kita


Benda 
Benda dan gambar bisa juga menjadi simbol maupun dihayati sebagai simbol. Di dalam gereja, patung salib, mimbar, altar dan gambar-gambar para kudus adalah simbol kehadiran peristiwa Kristus. Benda-benda tersebut bukan hanya sebagai hiasan tetapi juga mengandung arti dan dapat membangkitkan emosi. Selain itu benda-benda lain seperti Roti dan Anggur, Air, Minyak, Garam juga digunakan sebagai simbol liturgis. Simbol benda pun dapat dibagi menjadi dua yaitu simbol yang berasal dari benda alamiah dan yang berasal dari benda buatan.
Roti dan Anggur, Air, Minyak, Garam merupakan contoh simbol liturgis dari benda alamiah. 
•    Roti dan Anggur, yang digunakan dalam perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus menyimbolkan persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus.
•    Air, dipakai dalam berbagai macam perayaan liturgi. Misalnya dalam baptisan memiliki makna simbolis yaitu untuk mengungkapkan pembersihan dosa dan penganugerahan keselamatan dan penciptaan baru
•    Minyak, yang biasa digunakan adalah minyak dari pohon zaitun (meskipun demikian, menurut buku-buku pontifikal Romawi minyak liturgi bisa berasal dari tumbuhan lain). Minyak dapat merupakan simbol bagi anugerah kepenuhan hidup dan kesuburan (Mazmur 128:3 dan Mazmur 133:2). Minyak dalam liturgi juga melambangkan daya kekuatan Allah yang memberi kekuatan bagi perjuangan hidup dan penyertaan Allah dalam tugas kepemimpinan. 
•    Garam, biasanya digunakan sebagai pembersih atau pengawet. Dalam liturgi merupakan simbol pembersihan dan digunakan secara fakultatif dalam persiapan perayaan pembaptisan dan pemberkatan air suci.
Simbol-simbol yang berasal dari benda buatan seperti: 
•    Salib, merupakan simbol keselamatan. Pengorbanan Kristus yang rela mati untuk meenebus dosa-dosa manusia.
•    Lilin, sering dipakai juga dalam bermacam-macam perayaan liturgi dan salah satunya adalah saat perayaan Paska. Lilin Paska menyimbolkan kehidupan yang baru yang menyala. Api adalah lambang semangat yang berkobar-kobar. Yesus telah bangkit dan lilin itu menyimbolkan kebangkitan Yesus. Lilin juga berfungsi sebagai pendorong dan pembantu meditasi

Warna 
Pemilihan warna liturgi dipengaruhi oleh penafsiran makna atas simbol tersebut. Di dalam liturgi, warna melambangkan sifat dasar misteri iman yang dirayakan serta menegaskan perjalanan hidup Kristiani sepanjang tahun liturgi. Warna-warna yang biasanya dipakai antara lain warna putih, kuning, merah, hijau, ungu, dan hitam
•    Warna putih
Warna putih mengungkapkan kegembiraan dan kesucian. Warna putih juga dikaitkan dengan kehidupan baru. Selain itu juga warna putih dapat melambangkan sebuah kesempurnaan, kejayaan dan kemuliaan abadi. Biasanya warna ini dipertukarkan atau digunakan bersama-sama dengan warna kuning. Warna putih dapat dipakai pada hari raya seperti Natal, Paska, Kamis Putih. 
•    Warna kuning
Hampir sama dengan warna putih, warna kuning mengungkapkan kemuliaan, kemenangan dan kegembiraan. Warna kuning umumnya dilihat sebagai warna yang mencolok sehingga lebih kuat menunjukkan makna kemuliaan. Warna ini juga dapat dipakai saat Natal, Paskah, Kamis Putih. 
•    Warna merah
Warna merah biasanya melambangkan api dan darah. Selain itu juga dapat menyimbolkan Roh Kudus, cinta kasih, pengorbanan dan kekuatan. Di dalam tradisi Romawi kuno, warna merah digunakan sebagai simbol kekuasaan tertinggi yaitu kaisar. Warna merah biasanya digunakan ada saat hari raya Jumat Agung, Pentakosta, Minggu Palma. 
•    Warna hijau 
Warna hijau pada umumnya menandakan sebuah ketenangan, kesegaran dan melegakan. Selain itu juga dapat melambangkan harapan, syukur, dan kesuburan. Warna ini dipilih dan dipakai dalam minggu biasa di dalam liturgi sepanjang tahun. Pada masa-masa itu manusia dapat menghayati hidupnya dengan penuh ketenangan terhadap karya-karya Tuhan. 
•    Warna ungu
Warna ungu merupakan simbol bagi kebijaksanaan, keseimbangan, sikap berhati-hati dan mawas diri. Selain itu warna ini juga mengungkapkan pertobatan. Digunakan pada masa Prapaska dan Adven ketika manusia diundang untuk bertobat, mawas diri dan mempersiapkan diri bagi perayaan Natal dan Paska. 
•    Warna hitam
Warna hitam biasanya dipakai untuk melambangkan kematian, kegelapan, kesedihan dan kedukaan. Warna ini digunakan pada saat ibadah atau peristiwa kematian

 

Katekese Terbaru

Discerment
Discerment
Doa Ratu Surga
Doa Ratu Surga
SAKRAMEN PENGUATAN
SAKRAMEN PENGUATAN
Lihat Semua Katekese
Logo Gereja Hati Kudus Yesus Sukoharjo

Portal informasi resmi paroki yang menyajikan berita, pengumuman, jadwal misa, dan berbagai kegiatan rohani untuk membangun komunitas iman yang hidup dan berkembang.

Menu Cepat

  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Pengumuman
  • Jadwal Misa
  • Formulir Online
  • Hubungi Kami

Kategori

Berita Pengumuman Katekese Renungan Jadwal Misa Pastor Layanan

Hubungi Kami

  • Jl. Slamet Riyadi No. 26 Balesari RT 001/005 Gayam Sukoharjo Jawa Tengah 57514
  • 0271 593 587
  • sukoharjo@kas.id

© 2026 Gereja Hati Kudus Yesus Sukoharjo. All Rights Reserved.